Selasa, 23 September 2014

Rear Bracket

          Sebetulnya sudah lama part ini terpasang, tapi baru sekarang ada minat cerita. Bawaan klx gak pakai bracket apapun di bagian belakang. Untuk keperluan touring mesti ditambahkan sendiri, bisa difungsikan untuk tempat box, ikat tas  atau barang bawaan lain.
          Cari-cari yang pas kok susah. Beli di motoriz jemursari waktu itu, tapi harus di custom lagi supaya bisa di pasang di motor. Akhirnya dapat info bengkelnya cak Wawan yang jadi langganan biker Surabaya kalo mau bikin-bikin custom part motor.
          Nyamperin bengkel di gang V pacar keling, datang pagi-pagi biar dapat antrean pertama. Masuk gang yang cukup sempit, akhirnya ketemu juga bengkelnya yang tidak besar, tapi selalu ada saja pelanggan yang datang untuk bikin ganteng tunggangannya, jadi mesti sabar mengantri.
          Berbekal gambar yang saya comot dari internet, beraksilah cak Wawan yang termasuk sabar orangnya mengikuti kemauan para konsumennya ini. Saya tungguin proses bikinnya dari membentuk besi pipa sampe setengah jadi. Sore baru kelar proses fitting di motor. Tinggal las finishing, dempul dan cat epoxy, yang bisa diambil 2 hari kemudian.
Foto kiri bikin custom dan yang kanan beli di motoriz.
          Lumayan memuaskan hasilnya, dengan harga yang bersahabat sudah dapat bracket sesuai keinginan. Dengan ukuran pipa yang agak besar berfungsi tambahan sebahai pegangan kalo parkir ato geser motor.  Infonya cak Wawan ini juga banyak bikin bracket box, engine guard, dll yang kerjasama dengan salah satu toko aksesoris dan apparel terkenal.

Sabtu, 08 Maret 2014

Skid Plate

      Hari ini jalan lagi nyari part variasi yang sebetulnya sudah lama ingin pasang di motor, tetapi karena merasa belum begitu perlu jadi tertunda sampai sekarang. Awalnya sudah lama ingin pasang engine guard, tapi karena pertimbangan bahwa lekuk-lekuk mesin akan tertutup bin terhalang untuk dinikmati keindahannya akhirnya jadi urung pasang.
      Pun dulu waktu muter-muter mencoba cari ke beberapa toko part dan variasi motor tidak berhasil nemu. Ada keinginan untuk custom di bengkel kok males sama ribetnya. Pengalaman kemarin dulu sewaktu custom bracket windshield dan bracket belakang karena gak ada yang plug and play untuk yang ready di toko.
      Setelah beberapa waktu lalu akhirnya kejadian sewaktu mindahin motor dengan terburu-buru dan kurang hati-hati, motor ambruk lumayan keras ke jalan berpaving. Lecet-lecet kaki yang ketimpa motor kasi obat merah bakal sembuh dalam beberapa hari, lha lecet di motor apa ya obatnya ?? Selain spackbor depan, handgrip dan footstep yang tergores tuas gigi persneling bengkok dan menghajar blok mesin, beruntung sebelumnya sudah terpasang slider yang lumayan menahan hempasan bodi seawaktu jatuh, jadi blok cuma tergores saja.
      Material yang bagus untuk karet, plastik dan alumuniumnya, part plastiknya liat, jadi cuma tergores dan tidak pecah. Sementara engkol gigi yang bengkok parah bawa ke beres di lurusin lagi jadi beres.
      Kebetulan tadi di Profil Asia no 139 jalan Besar ada 1 stock baru dengan bahan alumunium soild 4 mm bikinan Moose Racing USA. Melindungi blok mesin dari batu dan kerikil, material 5052 H - 32 alumunium, clear anodized untuk perlindungan dari karat. Ini penampakannya.
      Dengan harapan motor lebih bisa terlindungi, selain sebagai wujud nyata kasih sayang sama tunggangan.

Minggu, 05 Januari 2014

Kya-kya cari aksesoris motor di kota singa

      Bagi yang hobi tentang motor dan sedang pelesir ke Singapura tak ada salahnya jalan-jalan ke toko part and aksesoris di negara ini. Saya mau share satu tempat yang beberapa kali saya datangi dan tidak sulit mencarinya.
      Yaitu di sekitaran jalan Besar yang banyak sekali bengkel dan toko aksesoris untuk pernak-pernik motor. Lokasi ini dekat dengan Mustofa one stop shopping centre yang banyak dikunjungi para wisatawan untuk belanja. Untuk ke lokasi ini kita pakai bus atau MRT turun di Farrer Park sta. dilanjutkan jalan kaki sekalian sambil cuci mata lihat amoy-amoy.
      Yang pertama ada Chong Aik International yang punya beberapa tempat di Desker rd, toko no 45 untuk butiknya yang menjual aneka helm dan apparell, di seberang jln ada no 48 dan 50 menyediakan sparepart ori untuk suzuki, kawasaki dan honda, kearah kiri no 34 dan 36 untuk aksesoris dan segala macam ban, toko ini cukup lengkap dan harganya miring, mau info lebih lengkap bs lihat di web nya.
      Berjalan kearah timur melewati Rowell rd blok 642 no 119 ada Malossi Singapore yang jual pernik-pernik piagio, gillera dan malossi. Lanjut lagi ketemu jalan Besar di no 151 ada Power Star Motor.
      Beberapa blok ke sebelah kiri no 139 ada Profil Asia yang walopun kecil tokonya penuh sesak dengan beragam aksesoris dan apparell untuk motor trail dan supermoto dari merk-merk protaper, fox, dragon, thor, metal mulisha, dll.
      Berseberangan jalan dengan Power Star Motor ada Lim Ah Boy di pertigaan jalan Besar dan Kelantan rd, no 1 Cayuco Building, yang selalu ramai pembeli karena barangnya yang lengkap dan harga yang miring,warehousenya beberapa blok di belakang jalan, di sini kita boleh nawar, lumayan bisa turun hargawalopun sedikit. Persis di sebelah kirinya ada Chiap Lee yang menjual apparel, helm dan box. 
      Berjalan sepanjang jalan Besar kearah utara akan kita jumpai banyak beberapa bengkel dan toko part motor juga yang saya lupa namanya. Di penghujung jalan bertemunya jalan Besar dan Lavender street ke sebelah kiri ada beberapa toko part dan aksesoris yang lumayan lengkap Ho Hin Trd di no 411, jalan Lavender 205 ada Chin kang, no 213 ada 219 Design specialist untuk decal motor dan mobil, kalo kita kearah kanan no 161 #01-12 ada butiknya Motoworld singapore, yang kalo kita ingin lebih lengkap melihat koleksi mereka bisa mengunjungi warehousenya di KB Industrial Building  10 Kali Bukit rd #01-08, lt 1 untuk bengkel dan kasir, lt 2 untuk part dan aksesoris, lt 3 untuk apparel lengkap buat biker. Tempat ini bisa kita capai dengan naik MRT turun di Eunos sta dilanjut naik bus dari Eunos bus interchange no 93, 94 turun di link opposite Eunos technolink, 15, 87 turun di kaki bukit ave 1, no 25, 51, 55, 93, 94, 87 turun di Eunos link.
      Sekian dulu jalan-jalannya, kaki sudah teyol dan dengkul serasa mau copot. Lain waktu coba tengok tempat lain lagi.

Sabtu, 16 November 2013

...330 km...( part 2 )

     Setelah satu malam menginap, kembali pagi-pagi bersiap untuk pulang balik ke Surabaya melalui rute Batu-Malang. Dengan pertimbangan supaya bisa menikmati pemandangan, maka berangkat setelah hari terang, yang ternyata menjadi satu kekeliruan nantinya.
     Pukul tujuh pagi mulai bergerak dari rumah, melalui pasar Wlingi yang sudah mulai rame menuju jalur arah ke utara. Suasana khas pedesaan dengan jalan sempit yang berkelok-kelok. Sempat menjumpai satu pom bensin yang kelihatannya masih belum lama di bangun, sebelum memasuki daerah Semen. Melihat papan displaynya sudah menyediakan pertamax juga ternyata.
     Melewati daerah Semen jalan berkelok mulai banyak tanjakan dan turunan. Di sepanjang jalan sepertinya tidak banyak berubah sejak sekitar dua puluh lima tahun yang lalu sering lewat sini. Jalanan sepi, yang kadang-kadang berpapasan dengan satu dua kendaraan.
     Pemandangan perkampungan, persawahan dan pepohonan di kiri kanan jalan yang memanjakan mata lumayan indah bagi seorang yang lama tidak turun ke desa dan menghabiskan sebagian besar waktunya di tengah lautan. Cuaca yang sejuk dan udara yang benar-benar bersih membuat badan terasa bugar. Beberapa kali berhenti untuk menikmati alam.


     Kondisi jalan sepi sampai saat memasuki pertigaan bertemunya jalan dari arah Kediri di daerah Ngantang. Jalanan lebar dengan lalu lalang kendaraan walaupun belum ramai. Berkendara santai sembari menikmati pemandangan di sepanjang jalan. Berhenti sebentar di wilayah Pujon merasakan hawanya yang sejuk dan suasana kota kecilnya yang nyaman.
     Memasuki kota wisata Batu suasana jalan sudah mulai ramai, berputar-putar dalam kota menikmati kota yang rapi dan indah ini. Di sepanjang jalan banyak villa-villa yang siap untuk disewa bagi para pengunjung yang ingin menghabiskan waktunya bertamasya di sini. Banyak juga toko oleh-oleh yang menjual olahan dari hasil apel batu yang sudah terkenal dari dulu dengan rasanya yang khas. Jam sudah pukul sembilan pagi saatnya untuk melanjutkan perjalanan.
     Sempat terbersit menggunakan rute Cangar untuk menuju Surabaya yang sangat bagus pemandangannya, tapi dengan pertimbangan tanki motor yang kecil dan tidak membawa jerigen untuk bbm cadangan, terpaksa niat diurungkan dan ditunda untuk lain waktu.
     Lalulintas lancar menuju arah Singosari, yang mungkin akan lain ceritanya kalau musim liburan tiba, dimana ramai orang bepergian untuk piknik di kota Batu ini. Saat memasuki jalan utama Malang-Surabaya di Singosari mulailah berjibaku kembali dengan truk-truk dan bus antar kota. Ramainya jalan, debu, asap dan cuaca yang mulai panas membuat badan mulai terasa pegal.
     Memasuki Sidoarjo kembali dihadang macet di dalam kota, sempat berputar-putar lagi bukan karena niat, tapi karena benar-benar tersasar. Jam sebelas siang mulai masuk kota Surabaya, waktu yang pas banget, lalulintas yang padat plus panas terik. Setelah satu jam meliuk-liuk di jalanan kota, akhirnya jam dua belas tepat sampai di rumah.
     Jadi satu pembelajaran, mungkin lain waktu lebih baik berangkat siang sehingga sewaktu mulai masuk Sioarjo - Surabaya hari sudah sore atau menjelang malam, jadi cuaca sudah tidak terlalu panas walaupun pasti tetap macet berbarengan dengan orang yang pada pulang ngantor. Tapi biar capek tetap merasa puas.

Rabu, 13 November 2013

...330 km saja dulu...( part 1 )

           Kebetulan ada waktu agak lapang, mencoba kembali untuk memulai mengakrabi jalanan setelah lama gak pernah riding jauh. Mengawali dari rumah Surabaya menuju kampung halaman pp. Rencana berangkat pagi-pagi buta, untuk menghindari macet di wilayah Porong dan sekitarnya, jadi berusaha tidur lebih awal supaya bangun tidak kesiangan.
           Bangun jam tiga pagi, langsung berkemas, tapi satu baut pannier yang terselip, dan butuh waktu hampir sejam cari penggantinnya, alhasil jam lima lewat baru bergerak dari rumah. Suasana sudah terang walaupun matahari belum nampak. Dengan udara yang masih segar menyusuri jalan raya menuju Malang melewati jalur utama.
           Berhubung masih pagi, jalanan lancar jaya, tak ada macet. Tapi mak, berpacu bersama truk-truk besar yang kebanyakan mengangkut container, rasanya ngeri-ngeri sedap juga. Jalan mereka laju-laju sekali, jadi lebih baik mengalah saja biar aman, sampai kadang harus terseok-seok turun dari aspal ke bahu jalan.
           Saat melintas daerah Purwodadi beberapa kali tercium aroma harum tembakau di sela-sela bau debu dan asap kendaraan, apa mungkin itu tempat pabrik rokok ya?
           Jam setengah tujuh mulai memasuki wilayah Lawang, waktunya orang-orang pada berangkat ngantor dan anak-anak sekolah. Mulai harus lebih konsentrasi lagi dan pegal-pegal di bodi mulai terasa. Memang lebih sesuai kalo daerah ramai atau macet begini pakenya kendaraan matic yang simpel. Kondisi masih sama saat sudah mulai memasuki Singosari dan Malang raya.
           Sedikit buang waktu di Malang kota karena salah jalan, walaupun dulu sempat tiga tahun tinggal di kota ini saat kuliah. Duapuluh tiga tahun yang lalu, wajar kalo sudah banyak memori yang kehapus. Payah...
           Keluar dari kota Malang jalan kembali lancar tanpa hambatan. Kembali menikmati pemandangan di sisi jalan yang tidak banyak berubah dari dulu. Sempat berhenti sebentar saat melintas di waduk Karangkates. Cuma pas saat mau ambil foto-foto pemandangan dari bendungan kok ada tanda larangan kendaraan di larang berhenti ya, perasaan dulu waktu masih sering lewat sini bebas orang ramai berhenti dan nongkrong di sepanjang jembatan waduk ini.
           Jadi lain kali saja foto-fotonya, tancap gas saja lagi. Melewati jalan tembus waduk Karangkates ini kondisinya sekarang sudah bagus aspalnya. Jalanan sepanjang Selorejo dan Kesamben yang meliuk-liuk mengasyikkan, tapi harus waspada karena kadang ada cairan pelumas tercecer dari kendaraan besar truk atau bus di jalan. Kalau keasyikan ngepot di aspal yang licin bisa wassalam.
           Akhirnya jam sembilan kurang sudah sampai di tempat tujuan Wlingi, matahari lumayan tinggi tapi udara masih terasa sejuk. Terbayang sampai rumah langsung isi perut, sarapan dengan nasi pecel Blitar yang terkenal itu, nasi hangat, pecel dengan lalapan daun kemangi segar plus rempeyek kedelai, bikin lidah goyang dombret. Kota kecil ini lumayan pesat perkembangan dan geliat ekonominya. Sejuk dan nyaman, ' Wlingi idaman hati'.
         
         
           

Minggu, 06 Oktober 2013

Day One...beibeh

                Uiyeehh....hari pertama menelorkan tulisan di blog, setelah mampu mengalahkan sifat bermalas-malasan unutuk memulai. Terinspirasi dari orang-orang yang sudah lebih dulu memulai, biar tidak hanya cuma bisa mengambil ilmu dari orang lain, tapi inginnya juga bisa berbagi walopun sititik, syukur-syukur bila berguna dan menginspirasi juga, kalopun belum paling tidak bisa untuk melatih dan menyemangati diri sendiri dulu.
                 Sebagai penyuka berkendara motor sejak muda yang suka berkelana menikmati keindahan alam, ingin berbagi dengan tulisan sederhana tentang semua hal. Gak usah membayangkan perjalanan dengan beribu-ribu kilometer, lintas pulau atau bahkan negara untuk dapat menceritakan hal-hal yang luar biasa dan mendapat cap sebagai The real biker.
                  Poinnya adalah kenikmatan yang hanya kita sendiri yang bisa merasakan saat menyatu dengan alam, menikmati perjalanan saat melaju di atas kendaraan. Karena denga berkendara motor kita bisa lebih mengexplorasi keindahannya, entah itu gunung,pantai, sungai, hutan, perkampungan atau bahkan tempat yang belum pernah kita lihat dan bayangkan sebelumnya.
                  Terbayang motor kesayangan  ngerongsok di rumah, mesti mulai di siksa dan diajak sengsara biar tak jadi manja, walopun rasanya sudah berpuluh-puluh tahun gak pernah lagi berkelana di alam bebas, sepertinya saat untuk memulainya lagi, dari yang simple-simple saja biar bodi tidak molet, maklum sudah tidak muda lagi.  
                   Sekian dulu tulisan gak menarik ini, sebelum semakin tambah bosan yang baca. Lain kali kalo tidak malas dan masih ada hasrat menulis bakal di sambung lagi.