Sabtu, 16 November 2013

...330 km...( part 2 )

     Setelah satu malam menginap, kembali pagi-pagi bersiap untuk pulang balik ke Surabaya melalui rute Batu-Malang. Dengan pertimbangan supaya bisa menikmati pemandangan, maka berangkat setelah hari terang, yang ternyata menjadi satu kekeliruan nantinya.
     Pukul tujuh pagi mulai bergerak dari rumah, melalui pasar Wlingi yang sudah mulai rame menuju jalur arah ke utara. Suasana khas pedesaan dengan jalan sempit yang berkelok-kelok. Sempat menjumpai satu pom bensin yang kelihatannya masih belum lama di bangun, sebelum memasuki daerah Semen. Melihat papan displaynya sudah menyediakan pertamax juga ternyata.
     Melewati daerah Semen jalan berkelok mulai banyak tanjakan dan turunan. Di sepanjang jalan sepertinya tidak banyak berubah sejak sekitar dua puluh lima tahun yang lalu sering lewat sini. Jalanan sepi, yang kadang-kadang berpapasan dengan satu dua kendaraan.
     Pemandangan perkampungan, persawahan dan pepohonan di kiri kanan jalan yang memanjakan mata lumayan indah bagi seorang yang lama tidak turun ke desa dan menghabiskan sebagian besar waktunya di tengah lautan. Cuaca yang sejuk dan udara yang benar-benar bersih membuat badan terasa bugar. Beberapa kali berhenti untuk menikmati alam.


     Kondisi jalan sepi sampai saat memasuki pertigaan bertemunya jalan dari arah Kediri di daerah Ngantang. Jalanan lebar dengan lalu lalang kendaraan walaupun belum ramai. Berkendara santai sembari menikmati pemandangan di sepanjang jalan. Berhenti sebentar di wilayah Pujon merasakan hawanya yang sejuk dan suasana kota kecilnya yang nyaman.
     Memasuki kota wisata Batu suasana jalan sudah mulai ramai, berputar-putar dalam kota menikmati kota yang rapi dan indah ini. Di sepanjang jalan banyak villa-villa yang siap untuk disewa bagi para pengunjung yang ingin menghabiskan waktunya bertamasya di sini. Banyak juga toko oleh-oleh yang menjual olahan dari hasil apel batu yang sudah terkenal dari dulu dengan rasanya yang khas. Jam sudah pukul sembilan pagi saatnya untuk melanjutkan perjalanan.
     Sempat terbersit menggunakan rute Cangar untuk menuju Surabaya yang sangat bagus pemandangannya, tapi dengan pertimbangan tanki motor yang kecil dan tidak membawa jerigen untuk bbm cadangan, terpaksa niat diurungkan dan ditunda untuk lain waktu.
     Lalulintas lancar menuju arah Singosari, yang mungkin akan lain ceritanya kalau musim liburan tiba, dimana ramai orang bepergian untuk piknik di kota Batu ini. Saat memasuki jalan utama Malang-Surabaya di Singosari mulailah berjibaku kembali dengan truk-truk dan bus antar kota. Ramainya jalan, debu, asap dan cuaca yang mulai panas membuat badan mulai terasa pegal.
     Memasuki Sidoarjo kembali dihadang macet di dalam kota, sempat berputar-putar lagi bukan karena niat, tapi karena benar-benar tersasar. Jam sebelas siang mulai masuk kota Surabaya, waktu yang pas banget, lalulintas yang padat plus panas terik. Setelah satu jam meliuk-liuk di jalanan kota, akhirnya jam dua belas tepat sampai di rumah.
     Jadi satu pembelajaran, mungkin lain waktu lebih baik berangkat siang sehingga sewaktu mulai masuk Sioarjo - Surabaya hari sudah sore atau menjelang malam, jadi cuaca sudah tidak terlalu panas walaupun pasti tetap macet berbarengan dengan orang yang pada pulang ngantor. Tapi biar capek tetap merasa puas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar